Mongabay Travel : Ini Dia, Resor Wisata di Anambas yang Terapkan Kampanye Konservasi

2016-12-13 15:21:46 0

Keindahan bawah laut dan alam yang ada di daratan kepulauan Anambas di Kabupaten Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, meluluhkan hati seorang pengusaha yang juga pecinta lingkungan asal asal Inggris yang tinggal di Singapura, Tim Hartnoll. Dia yang sedang menikmati liburan di Anambas, langsung menjatuhkan pilihannya ke gugusan pulau di sana untuk dijadikan tempat wisata pribadi.

Adalah gugusan Pulau Bawah yang mengunci hati Tim untuk mengambil keputusan berinvestasi. Keputusan itu diambil, karena Pulau Bawah yang terdiri dari 6 pulau, memiliki kelengkapan wisata alam laut dan gunung. Tak hanya itu, gugusan pulau tak berpenghuni tersebut, juga memiliki laguna yang sangat indah.

Awalnya, Tim yang suka dengan keindahan alam di Anambas, bermaksud untuk berinvestasi atas nama pribadi dan tertutup untuk publik. Namun, menyadari keindahan yang ada, dia akhirnya memutuskan akan membuka resor wisata tersebut untuk publik. Resor tersebut, saat ini masih dalam tahap penyelesaian dan dijadwalkan dibuka pada Juni 2017.

Sales and Marketing Communication Director PT Pulau Bawah Bala Navaratman kepada wartawan di Jakarta, akhir pekan ini mengatakan, pembangunan resor wisata di gugusan Pulau Bawah akan menerapkan konsep konservasi. Konsep itu dipilih, karena keindahan pulau Bawah harus bisa dinikmati sepanjang masa oleh siapa pun.

“Itu kenapa kami pilih untuk menggunakan konsep konservasi. Biar semua pengunjung dan juga pekerja di resor, dan tentu saja perusahaan, ikut menjaga aset pulau Bawah beserta sumber daya alamnya baik di laut atau di darat,” jelas dia.

Sebagai resor berkelas dunia yang dibangun di Taman Wisata Perairan Kepulauan Anambas, Bala menyadari keberadaannya akan menarik perhatian dari pecinta wisata air dan alam dari mana pun, tak terkecuali dari Indonesia. Oleh itu, kampanye konservasi akan selalu digalakkan selama 24 jam kepada tamu dan juga seluruh pekerja di dalam resor.

“Kami ingin membagi pengalaman kepada tamu bahwa konservasi itu penting dan bisa dilakukan oleh siapapun. Mereka akan mendapatkan kesan itu setelah pulang ke rumah masing-masing dan menyadari apa yang harus dan tidak boleh dilakukan dalam hidupnya,” tutur dia.

Salah satu kampanye konservasi yang wajib dilaksanakan oleh semua yang ada di dalam resor, menurut Bala, adalah larangan membawa plastik dalam bentuk apa pun. Selain itu, untuk memberi pilihan berlibur, resor juga menyediakan olahraga air yang ramah lingkungan.

“Kita sediakan olahraga layar dan kayak. Ini menjadi bagian dari kampanye kami untuk konservasi wisata laut. Tak lupa, kita bagikan pengalaman kepada tamu untuk hiking ke gunung dan melakukan snorkeling,” tandas dia.

Selain itu, Bala menjelaskan, untuk kepentingan konservasi, resor menetapkan kawasan 500 meter dari bibir pantai sebagai kawasan terlarang untuk penangkapan ikan. Selain itu, resor juga melakukan reforestasi (penanaman kembali) pohon-pohon yang ada di sekitar pulau.

Pentingnya menerapkan konservasi, menurut Bala, karena pihaknya tidak ingin mengulangi kesalahan yang terjadi dalam pariwisata di Maladewa yang sejak lama terkenal dengan keindahan bawah lautnya. Di Maladewa, eksplorasi wisata laut sudah mencapai batas yang berlebihan dan itu mengancam ekosistem sekitarnya.

“Saya berani bilang kalau Maldives sekarang sudah rusak. Anambas itu Maldives seratus tahun lalu. Jadi harus dijaga dengan baik. Kita juga harus belajar dari Bali. Banyak yang menyebut, 10 tahun lalu wisatawan tidak akan bisa beranang di Pantai Kuta, karena airnya sangat kotor,” jelas dia.

Perhatikan Konservasi

Aji mengatakan, warga lokal yang saat ini bekerja ditempatnya itu, sebagian besar ada di dalam resor. Mereka diberi pendidikan juga tenang konservasi,” ujar dia.

Resor di Pulau Bawah, Kebupaten Anambas, Provinsi Kepulauan Riau yang mengutamakan konservasi lingkungan. Foto : PT Pulau Bawah

Sebagai resor bertema konservasi, Aji memastikan bahwa pihaknya akan ikut menjaga keberadaan  biota laut di sekitar gugusan pulau Bawah. Selain itu, pihaknya juga akan mengkampanyekan perikanan yang ramah lingkungan kepada warga di sekitar pulau.

“Sebelum kami datang, warga ada yang menangkap ikan dengan cara dibom. Tapi sekarang itu sudah tidak ada. Kami akan konsen untuk mengampanyekan konservasi, karena itu sangat penting,” tandas dia.

Atas nama konservasi juga, Aji mengungkapkan, investor hanya membangun 35 villa berkapasitas maksimal masing-masing untuk dua orang saja atau total mencapai 70 orang saja. Dengan semakin sedikit pengunjung di pulau, maka potensi untuk mengalami kerusakan semakin berkurang. Apalagi, kata dia, semua tamu juga dibekali kampanye konservasi.

“Pulau Bawah itu masuk kategori pulau kecil dan ada dalam zona pemanfaatan pariwisata. Dalam zona ini pun, ada zona yang boleh dan tidak dikembangkan. Intinya, harus ada yang menjaga pulau dan lautnya,” tandas dia.

Untuk diketahui, resor di Pulau Bawah tersebut selain menampung maksimal 70 orang tamu, juga mempekerjakan 150 orang yang bertugas di setiap villa. Untuk membangun villa dan juga fasilitas pulau seperti dermaga, PT Pulau Bawah memulainya sejak lima tahun lalu. Karena resor tersebut dimiliki asing, Pemerintah Indonesia memberi konsesi selama 30 tahun.

Di gugusan Pulau Bawah, terdapat 6 pulau dan 13 pantai. Namun, dari semuanya, hanya 1 pulau dan 1 pantai saja yang dikembangkan. Selebihnya, dibiarkan tetap alami. Pulau Bawah sendiri menjadi bagian dari 238 pulau yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas. Total, saat ini ada 50 ribu orang yang berdiam di 30 pulau.

Secara administrasi, Pulau Bawah masuk dalam Desa Siabu, Kecamatan Siantan Selatan. Pulau tersebut merupakan gugusan pulaun yang terdiri dari Pulau Bawah, Sanggah, Murbah, Lidi, dan Elang. Formasi kelima pulau itu membentuk laguna yang sangat indah, salah satunya Laguna Pulau Bawah. Luas keseluruhan pulalu mencapai 99.379 hektare.

Di Pulau Bawah, terdapat ekosistem hayati seperti terumbu karang, ikan karang yang terdiri dari 18 famili, dan vegetasi pantai.

Untuk bisa menjangkau Pulau Bawah, tamu akan disediakan pesawat air (sea plane) yang terbang dari Batam. Karena mendaklaresikan diri sebagai destinasi wisata pribadi dan berkelas dunia, Pulau Bawah menargetkan pengunjungnya dari kalangan kelas atas (high end).

 

Source : Mongabay Travel

Related Destinations